Please contact me feel free

purdianta@purdianta.com

QFD- Quality Function Deployment

7 April 2019

Comments

0
 April 7, 2019
 0
Category Quality

Kesesuaian antara spesifikasi dan parameter mutu produk dengan keinginan pelanggan (Customer), merupakan pertimbangan penting dalam melakukan perancangan produk. Kemampuan desain dan proses  produksi merupakan pembatas untuk menyesuaikan dengan  keinginan dan kebutuhan konsumen. QFD (Quality Function Deployment ) merupakan salah satu teknik yang digunakan untuk menterjemah kebutuhan konsumen kedalam karakteristik produk serta mempertimbangkan kemampuan perusahaan untuk memenuhinya.

QFD pertama kali diperkenalkan oleh Yoji Akao dan Shigeru Mizuno pada awal tahun 1960-an, yang berasal dari bahasa jepang yaitu Hin Shitsu Kino Ten Kai. Dalam bahasa jepang Hin Shitsu berarti kualitas, atribut atau feature, Kinoberarti fungsi atau mekanisasi sedangkan Ten Kai berarti penyebar luasan, pengembangan atau evolusi (Cohen,1995). QFD pertama kali dikembangkan pada perusahaan Mitsubishi’s Kobe Shipyard, dan selanjutnya diadopsi oleh Toyota. dalam perkembangannya Ford Motor Company dan Xerox menyebarluaskan  konsep ini di Amerika. Sehingga metode ini mulai populer dan banyak diterapkan pada perusahaan besar di jepang, Amerika dan Eropa. QFD merupakan metode untuk perancangan produk dengan menterjemahkan kebutuhan pelanggan, serta menemukan tanggapan inovatif terhadap kebutuhan tersebut dengan memperbaiki proses hingga tercapainya produk atau jasa dengan atribut yang memperioritaskan  keinginan pelanggan. Penerapan QFD sebagai upaya mengindentifikasi keinginan dan kebutuhan pelanggan menggunakan format matriks yang disusun dalam suatu bentuk yang seirng disebut dengan nama House of Quality (QFD), dengan tujuh bagian utama seperti pada gambar dibawah ini.

Bagian 1 ( customer needs or Whats) merupakan daftar keinginana dan kebutuhan pelanggan, yang secara kualitatif diperoleh melalui pendekatandeskritif atau wawancara terhadap pelangggan.

Bagian 2 (Design requirement or Hows) merupakan bahasa teknis dari perusahaan untuk menyusun desain perbaikan produk atau jasa yang umumnya merupakan gambaran teknis dari kebutuhan dan keinginan konsumen pada bagian 1.

Bagian 3 ( Correlation matrixs between whats and hows) bagian inbi mencakup informasi yang menunjukan :

  1. Tingkat kepentingan darin keinginan dan kebutuhan pelanggan serta tingkat kepuasan pelanggan terhadap pelayanan yang diberikan oleh perusahaan.
  2. Tingkat hubungan antara keinginan dan kebutuhan pelanggan dengan kemampuan  perusahaan untuk  memenuhinya dengan menggunakan simbol yang menunjukan korelasi kuat, sedang dan lemah.

Bagian 4 ( Correlation between hows) merupakan korelasi antara karakteristik kemampuan teknis dari perusahaan yang dibedakan menjadi positif dan negatif.

Bagian 5 (Priorities assigned to design requirement) merupakan prioritas yang  ditetapkan perusahaan untuk melaksanakan setiap target sesuai dengan  tingkat kesulitannya.

Bagian 6 ( Priorities assigned to Customer ) merupakan bagian yang menunjukan tingkat kepentingan dari keinginan dan kebutuhan pelanggan berdasarkan informasi langsung dari konsumen.

Bagian 7 competitive assesment) menunjukan penilaia pelanggan terhadap produk atau jasa  yang dibandingkan dengan pesaing.

QFD sendiri terdiri 4 buah layer, dimana How pada layer pertama akan mejadi what pada layer kedua dan selanjutnya. Adapun hubungan ke-4 layer tersebut, terlihat seperti pada gambar berikut.

Dalam pembuatan HoQ dapat dilakukan melalui langkah-langkah sebagai berikut;

  • Langkah 1. Mengidentifikasi semua kebutuhan dan keinginan pelanggan terhadap produk atau jasa yang ditawarkan.
  • Langkah 2. Menterjemahkan  kebutuhan pelanggan ke dalam upaya perbaikan teknis atau karakteristik desain perusahaan (hows) yang menunjukan bagaimana perusahaan memenuhi keinginan pelanggan.
  • Langkah 3. Mencari hubungan antara setiap kebutuhan dan keinginan pelanggan dengan setiap usaha perusahaan untuk memenuhi permintaan konsumen (karakteristik desain).
  • Langkah 4.  Upaya perusahaan untuk memenuhi setiap karakteristik desain yang ditujukan untuk memenuhi keinginan kebutuhan pelanggan yang diberi nilai target berdasarkan  tingkat kemudahan pelaksanaannya.
  • Langkah 5. Menentukan hubungan antara setiap karakteristik desain dan disusun menjadi matriks korelasi yang terletak pada bagian atap ( bagian 4) dari HoQ.
  • Langkah 6. Menentukan tingkat kesulitan dari sudut pandang perusahaan, penerapan setiap karakteristik desain dapat dijabarkan dalam skala.
  • Langkah 7. Membandingkan karakteristik desain dengan produk pesaing berdasarkan hasil identifikasi karakteristik pelanggan untuk menentukan karakteristik desain yang tepat, berdasarkan informasi langsung dari pelanggan.
  • Langkah 8. Lakukan penilaian karakteristik produk yang telah dicapai oleh perusahaan juga bandingkan dengan pesaing.
  • Langkah 9. Menghitung tingkat kepentingan dari setiap karakteristik pelanggan yang dinilai dalam angka dan tingkat kesulitan perusahaan menerapkan karakteristik desain untuk menentukan tingkat kepentingan relatif dan absolut.
    Berikut ini adalah contoh HoQ secara langkap.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *